Mantan aktivis KAMMI daerah Sumut angkatan pertama, Alberta Furqon menyatakan bahwa dialog dengan Amerika yang tergolong kafir harbi hanya akan berbuah sia-sia. KAMMI bukanlah lembaga pertama yang berdialog dengan Amerika, bahkan banyak lembaga yang lebih tinggi dan kredibel sudah mendahului. “Namun pembantaian Amerika terhadap umat Islam tetap berlanjut,” katanya Kepada Eramuslim.com, Kamis (19/01)
Jurnalis dan pengamat Timur Tengah ini juga mempertanyakan model dakwah apa yang dibawa KAMMI. Padahal yang harus dilakukan pertama seorang mukmin adalah dakwah tauhid, bukan diplomasi.
Pusat Kebudayaan AS @america sendiri merupakan satu-satunya di dunia yang hanya ada di Indonesia. Beberapa hal yang menjadi alasan Pemerintah AS untuk memilih Indonesia sebagai tempat pusat budaya ini adalah karena Indonesia merupakan negara yang menerapkan demokrasi. @america yang terletak di Pacific Place ini juga sempat menjadi tempat berlatih para sineas muda Indonesia dalam pergelaran Sayembara Film Pluralisme Agama baru-baru ini di FEUI.
Melihat fenomena gencarnya pihak Kedubes melancarkan program pluralisme Agama, Muhammad Ilyas mengatakan pada titik ini diperlukan adanya dialog dan membuka wacana. “Kita bisa menyampaikan gagasan kepada orang, siapa yang isinya paling kuat, dia yang akan disetujui orang.” Bahkan Ilyas mengaku siap membawa Obama masuk ke Islam. (Pz)
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/senior-kammi-dialog-dengan-kafir-harbi-sia-sia.htm
Senior KAMMI: Dialog Dengan Kafir Harbi Sia-Sia
Jangan Ada Rahasia-Rahasiaan Antara KAMMI Dengan Amerika
Mantan pengurus KAMMI, Aryadi M. Ali menyesalkan adanya agenda rahasia antara KAMMI dengan kedubes AS. Menurutnya Ketua Umum KAMMI tidak perlu memakai rahasia-rahasiaan kepada umat tentang agenda jangka panjangnya dengan pihak Amerika.
“Setahu ana KAMMI itu bukan tanzhim khos, jadi harusnya programnya gak ada rahasia-rahasiaan. Dan setiap program kan nantinya akan di pertanggungjawabkan di muktamar,” kata Ketua Komisariat KAMMI UNPAD tahun 2001 ini, kepada Eramuslim.com, Kamis Malam (19/01).
Sebagai organisasi kepemudaan Islam, Aryadi mengatakan seharusnya KAMMI bisa menempatkan diri lebih terbuka kepada umat. Sikap sembunyi-bunyi hanya akan membuat KAMMI berjarak dengan umat.
“Dalam konteks keummatan, seharusnya KAMMI mampu menjelaskan kepada ummat mengenai sikap-sikap dan agenda keummatannya. Kalau dengan Amerika pakai rahasia-rahasian, dan menanggapinya seperti itu, ini hanya akan membuat KAMMI berjarak dengan ummat,” tambahnya.
Sekum KAMMI Bandung tahun 2002 ini pun juga mempertanyakan manfaat dan keefektifan dialog antara KAMMI dengan pihak Amerika Serikat.
“Manfaat dan keekfetifan dialog ini masih sangat debatable, namun yang sudah jelas dari kunjungan ini adalah telah menimbulkan kekecewaan di sebagian aktivis islam yang selama ini concern dan berharap banyak terhadap gerakan KAMMI.” Ujarnya
Selanjutnya ia mengatakan bahwa kunjungan KAMMI ke pusat kebudayaan AS di jakarta, dengan tujuan dialog Islam-AS sedikit banyak telah menimbulkan kerancuan terhadap arah perjuangan KAMMI itu sendiri di mata masyarakat.
“Di tengah gempuran Israel terhadap Palestina yang tiada henti, dengan didukung penuh oleh AS, seharusnya memposisikan KAMMI menjadi garda terdepan dalam menyuarakan penentangan ini,” pungkasnya.
Selanjutnya Aryadi berharap KAMMI tetap bisa menjadi unsur perubahan yang efektif, yang memperjuangkan nilai-nilai islam yang hanif. Mampu Lebih cermat lagi dalam merumuskan ide-ide perjuangannya, dan lebih berhati-hati dalam bersikap.
Menurut Muhammad Ilyas, KAMMI memiliki agenda jangka panjang dengan pihak kedubes AS. Namun ia enggan merinci lebih jauh apa agenda tersebut. “Ya jangka panjang kita punya hidden agenda. Cuma ini tidak perlu dipublish,” tambahnya.
Namun Ilyas sedikit mengatakan bahwa leadership adalah salah satu tujuan mereka. “Saya sampaikan kemarin bahwa tujuan kami ini, ini, ini. Tujuan kami tujuan leadership. Jangka panjangnya begini, begini, begini,” jelas Ilyas kepada Eramuslim.com yang masih belum bisa menjelaskan lebih detail.(Pz)
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/jangan-ada-rahasia-rahasiaan-antara-kammi-dengan-amerika.htm
Selasa (17/01) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) melakukan kunjungan ke Pusat Kebudayaan Amerika Serikat. Kunjungan ini sebagai rangkaian KAMMI dalam melakukan dialog keIslaman dengan pihak Kedubes Amerika Serikat. Selain itu KAMMI pun berencana membangun persahabatan di tingkat kepemudaan.
“Kunjungan kami ke Pusat Kebudayaan Amerika Serikat sebagai bentuk komunikasi untuk membangun persahabatan di tingkat Pemuda,” kata Muhammad Ilyas, Ketua Umum KAMMI, kepada Eramuslim.com, Kamis malam (19/01).
Meski selama ini Amerika menunjukkan sikap represif terhadap dunia Islam, namun dalam pertemuan tersebut, Amerika memberikan data lain. “Mereka menjelaskan bagaimana Amerika menghormati agama Islam di negaranya,” tandas alumnus LIPIA tersebut.
Menurut Ilyas, KAMMI memiliki agenda jangka panjang dengan pihak kedubes AS. Namun ia enggan merinci lebih jauh apa agenda tersebut. “Ya jangka panjang kita punya hidden agenda. Cuma ini tidak perlu dipublish,” tambahnya.
Namun Ilyas sedikit mengatakan bahwa leadership adalah salah satu tujuan mereka. “Saya sampaikan kemarin bahwa tujuan kami ini, ini, ini. Tujuan kami tujuan leadership. Jangka panjangnya begini, begini, begini,” jelas Ilyas.
Ilyas mengatakan kunjungan KAMMI ke AS juga upaya diplomasi baru terhadap AS. Berbeda denga sikap pemerintah Indonesia yang menjadikan hutang sebagai jalan diplomatik, KAMMI lebih memilih diplomasi dakwah.
“Sekarang kan diplomasi kita cari hutang, menunduk-nunduk, merusuk-rusuk. Kita tidak boleh tunduk kepada Amerika, karena itu diplomasi kita diplomasi dakwah. Tidak ada salahnya,” tegasnya.
Sebelumnya, kunjungan KAMMI ke kedubes AS ini menuai kritik dari pemerhati intelijen Herman Y Ibrahim yang sangat concern dalam mengkritik kebijakan AS. Menurut Herman, tindakan KAMMI itu sangat melukai gerakan pemuda dan Umat Islam Indonesia yang selama ini menentang kebijakan AS di berbagai negara. "Para pemuda berbagai ideologi di Indonesia menentang dominasi AS, justru KAMMI yang Islam berbaikan dengan AS," ujarnya seperti dilansir Indonesiantoday, Selasa (17/01)
"Kalau pengurus KAMMI Pusat berkunjung ke Pusat Kebudayaan AS sudah keterlaluan, lebih buruk daripada gerakan kiri liberal yang selama ini menentang AS. Saya bisa memaklumi jika staf pusat kebudayaan AS berkunjung ke kantor KAMMI, karena sebagai tamu," sambungya.
Tokoh yang menolak Obama datang ke Indonesia ini juga tidak sependapat jika kunjungan tersebut sebagai upaya dialog Islam dengan kebudayaan AS. "AS itu tidak bisa diajak dialog karena selalu merugikan umat Islam dan negara-negara lain," papar Herman.
Menganggapi kritikan ini, Ilyas berusaha memahami. Ia mengatakan siap berdialog jika langkah yang KAMMI ambil tidak disetujui.
“Ya barangkali orang boleh kecewa dengan kebijakan yang kita ambil. Memang kita mungkin perlu dialog. Amerika ini manusia juga dan mereka bisa diajak dialog,” katanya kepada Eramuslim.com. (Pz)
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/kammi-kunjungan-ke-pusat-kebudayaan-as-adalah-diplomasi-dakwah.htm
Islamedia - Kunjungan pertama saya ke Suriah adalah ketika kondisi yang sulit, di mana kami berangkat dalam misi bantuan kemanusiaan yang tergabung dalam Ikatan Dokter Arab untuk memberikan alat bedah yang mahal bersama para profesor spesialis penyakit yang langka ke Irak pada April 2003. Kami dapat mencapai perbatasan pada tanggal 9 April 2003 bertepatan dengan jatuhnya Baghdad.
Kesan pertama dalam kunjungan ke Suriah adalah saya melihat gaya pemerintahan Gamal Abdel Nasir yang seolah-olah membawa saya kembali ke masa 40 tahun silam. Banyak spanduk dan baliho di mana-mana dan hanya ada gambar ayah bersama dua anaknya, baik di jalan-jalan, dalam bus kota dan transportasi umum yang bertuliskan bahwa Suriah adalah Assad dan Assad adalah Suriah. Padahal kehidupan di sana sangat terbelakang dan jauh dari dunia modern. Pemandangan seperti ini mengingatkanku pada periode tahun enam puluhan di Mesir!
Ketika rakyat memberontak karena menuntut perubahan dari situasi yang memburuk di Suriah, Bashar Assad muncul untuk melawan rakyat dengan aksi yang brutal seperti yang pernah dilakukan ayahnya dulu. Mengapa tidak? Ayahnya, Hafez Assad pernah memerintahkan aparat untuk menembaki pemberontak hingga menewaskan ribuan orang dalam satu kota yang menuntut pengentasan korupsi dan ketidakadilan yang telah merusak tata kehidupan di Suriah. Kelompok pendukung Assad mengatakan, “Suriah merupakan simbol perlawanan terhadap entitas Zionis karena hendak melakukan invasi dan mengeruk kekayaan alam di Suriah.” Kelompok pro Assad tersebut tidak menyadari atau pura-pura tidak tahu bahwa Assad dan pasukan militernya tidak pernah menembakkan satu peluru pun kepada musuh mereka Zionis, tidak pernah membunuh seorang pun dari mereka selama puluhan tahun. Di sisi lain, Assad dan bala tentaranya telah menewaskan lebih dari 50.000 orang di jalan-jalan Suriah dari kalangan anak-anak, perempuan, orang tua dan pemuda, di samping ribuan orang lainnya yang berhasil ditangkap, disiksa dan dihukum! Apakah kita perlu membelanya karena dia adalah seorang pejuang aspirasi rakyat?
Benar, Assad memang pejuang bagi hak-hak para elit dan bangsawan di tanah airnya. Memang benar dia seorang pejuang karena telah membiarkan negara dan rakyatnya di bawah belas kasihan anak-anak Zionis, sementara dia sendiri tidak memberikan perlindungan atau bantuan bagi rakyat yang melakukan perjalanan, baik di dalam maupun luar negeri. Memang betul dia seorang pejuang; karena tidak pernah menembakkan peluru kecuali untuk menghadapi rakyatnya yang tidak bersenjata, dan mengepung kota-kota Suriah yang mulia dan terhormat sebagaimana yang pernah dilakukan ayahnya sebelum itu. Sungguh sebuah aib bagi orang-orang yang mau membela Assad dan ‘para malaikat zabaniyah’-nya yang telah membunuh banyak orang dengan dalih mendukung perjuangan! Resistensi (perjuangan) terhadap proyek Zionis!.
Pertanyaan logis adalah apa yang telah dilakukan dan diperbuat oleh rezim Assad untuk itu? Mengapa dengan dalih mendukung para pejuang aspirasi rakyat dia sendiri tidak mau membela negara dan rakyatnya dari semua serangan Zionis? Mengapa dia memberikan jaminan keamanan bagi para pemimpin perjuangan, sementara tidak memberikan hal yang sama kepada rakyatnya di saat mereka melakukan aksi damai selama berbulan-bulan? Rezim sektarian Suriah telah dicuci otaknya untuk menindas rakyat di bawah panji-panji perjuangan. Beberapa orang buronan Palestina pernah mengakui bahwa mereka dipaksa untuk setuju dan tutup mulut atas keterlibatan Suriah dalam proyek Zionis!
Ketika rakyat dalam waktu yang bersamaan melakukan konfrontasi terhadap rezim Bashar Assad, Hosni Mubarak, Ben Ali, Moamar Kadafi dan semua tiran yang memerintah negeri kita dalam puluhan dekade, maka proyek Zionis tumbuh dengan pesat dan bisa menggerogoti leher kita lebih banyak. Para tiran yang menindas rakyat itu adalah pendukung utama dan individu strategis untuk proyek pemukiman yang jahat tersebut. Tugas kotor ini telah dijalankan oleh para penguasa dan beberapa orang masih tetap melakukannya. Hari ini, ketika rakyat menginginkan kebebasan mereka dan mendapatkan kembali perannya dalam mengatur kebijakan negeri sediri, ternayata penguasa tiran yang mengaku pejuang aspirasi rakyat malah menghabisi mereka. Semoga Allah mengutuk iblis yang menjadikan yang benar itu salah dan yang salah menjadi benar untuk kepentingan pribadi atau orientasi yang salah terhadap rakyat dan agar tetap berada di bawah api ketidakadilan, korupsi dan tirani!
Terkutuklah Bashar Assad yang tangannya berlumuran darah rakyatnya, tua dan muda. Dia ingin berlepas tangan dari dari segala bentuk pertumpahan darah yang telah dilakukannya laksana anak kecil yang cengeng. Orang bijaksana adalah orang yang menerima nasihat dari orang lain, dan sifat keras kepala dan dungu adalah dua sifat Firaun yang merupakan penyebab kematiannya. Allah pasti akan menolong orang yang menolong agama-Nya. Sekalipun para pejuang dan orang-orang munafik membela hak mereka masing-masing, namun darah seorang muslim lebih mulia di sisi Allah dari pada Ka’bah. Hal ini agar orang-orang yang meremehkan darah kaum muslimin di Mesir, Yaman atau Suriah mengetahui bahwa darah para syuhada merupakan rudal yang akan selalu menghantui mereka selamanya sampai membalas mereka dengan qisash, dan dalam qishash itu ada jaminan kehidupan bagimu, wahai orang-orang yang berakal.
DR. Mohamed Gamal Heshmat
Dosen dan Anggota Parlemen Mesir
Disarikan dari www.ikhwanonline.net oleh: Yum Roni Askosendra, PP KAMMI (Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia)
http://id-id.facebook.com/permalink.php?story_fbid=325152034183548&id=158262277539192
http://www.islamedia.web.id/2012/01/assad-singa-yang-telah-menjadi-tikus.html
Segalanya telah dimilikinya. Rumah megah dilereng bukit. Mobil mewah berderet-deret dihalaman parkir. Tanahnya puluhan hektar. Investasinya di mana-mana. Simpanan uang di bank-bank tak ternilai. Kekayaannya sudah lebih. Tak ada lagi yang kurang. Dalam hal kenikmatan dan kemegahan dunia, tak ada lagi yang diperlukan. Serba cukup. Barangkali hanya satu, yang masih belum dimilikinya, yaitu rasa malu.
Dalam hidupnya tak seperti kebanyakan orang. Di mana orang-orang harus bekerja dengan keras untuk mendapatkan uang. Orang harus berangkat pagi, sebelum fajar pergi ke kota untuk bekerja. Membanting tulang. Larut malam baru pulang. Itupun terkadang yang didapatkannya belum pasti. Bagi kebanyakan orang hidupnya penuh dengan ketidakpastian. Seakan umurnya itu habis di jalan, hanya mengejar yang tak pasti. Berjam-jam menempuh perjalanan menuju tempat kerja. Itupun yang didapatkan terkadang belumlah mencukupi.
Tetapi, ada orang yang tidak mencari uang, justru uang yang mengejarnya, mendatanginya, dan datang dengan uang yang berlimpah-limpah. Ia hanya duduk-duduk di beranda rumahnya, dan orang-orang datang mengunjunginya.
Orang datang ingin mendapatkan restu, dukungan, dan pengesahan. Mereka yang datang ingin mendapatkan dunia. Harta, jabatan, kekuasaan, dan kenikmatan hidup lainnya. Itulah yang sekarang menjadi ‘ilah-ilah’ baru di zaman modern ini. Banyak orang yang berjudi dengan hidup, yang bertujuan ingin mendapatkan simbol-simbol kenikmatan dunia.
Orang-orang yang mengejar jabatan, kedudukan, kekuasaan, dan kenikmatan dunia lainnya itu, kemudian mereka datang kepada empunya, yang dipercaya dapat memberikan jaminan dan kelayakan bagi dirinya menjadi pejabat, memiliki kedudukan, memiliki kekuasaan, dan mendapatkan kenikmatan dan kemuliaan dunia. Bagi mereka pencari kenikmatan dan kemuliaan dunia, yang berusaha mendapatkannya, dan pasti akan menemui empunya, yang menjadi pembuka kunci bagi tercapainya tujuan itu, serta tak segan-segan memberikan dan mengabulkan permintaan apa saja yang menjadi kehendak empunya.
Sekarang di zaman demokrasi, segalanya ditentukan oleh partai-partai, dan menuju jabatan, kedudukan, dan kekuasaan, yang diinginkan oleh bagi semua orang yang menginginkannya, kunci dan pintu pembukanya adalah para pemegang kuasa partai. Suka atau tidak suka. Mereka yang ingin mendapatkan kenikmatan hidup berupa jabatan, kedudukan, dan kekuasaan, semua pintunya melalui partai, dan para pemegang kuasa partai.
Tentulah, segala kerusakan dan kebobrokan yang ada sekarang ini, manakala semua orang-orang yang memegang kuasa, tidak lagi memiliki ‘itijah’ (orientasi) kepada kehidupan akhirat, dan hanyalah kepada kenikmatan dunia, maka sekecil apapun, ketika ia memiliki kuasa, pasti kekuasaan itu akan diorientasikan untuk mendapatkan kenikmatan dunia sebesar-besarnya. Tidak mempedulikan segala akibatnya yang akan timbul.
Abu Mas’ud Uqbah bin Amr al-Anshari al-Badri ra, berkata, Rasulullah Shallahu alaihi wa salam bersabda, “ Sesungguhnya sebagian yang masih diingat orang dari ajaran para Nabi terdahulu, “Jika tidak malu, berbuatlah sesukamu”. (HR. Bukhari)
Makna malu adalah mencegah dari melakukan segala sesuatu yang tercela, maka sesungguhnya memiliki malu, pada dasarnya, seruan untuk mencegah segala maksiat dan kejahatan. Rasa malu adalah ciri khas kebaikan, yang senantiasa diinginkan oleh manusia. Mereka melihat bahwa tidak memiliki rasa malu adalah aib. Rasa malu merupakan bagian dari kesempurnaan iman. “Malu adalah bagian dari keimanan”, dan dalam hadist lainnya “Rasa malu selalu mendatangkan kebaikan”. (HR. Bukhari dan Muslim).
Imam Ahmad dan Tirmidzi meriwayatkan secara marfu’ (bersumber dari sabda Rasulullah), bahwa Ibnu Mas’ud, “Merasa malu kepada Allah adalah dengan menjaga kepala dan apa yang dipikirkannya, perut dan apa yang ada didalamnya, dan selalu mengingat mati dan cobaan. Barangsiapa yang menghendaki akhirat, maka akan meninggalkan perhiasan dunia. Dan siapapun yang melakukan hal itu tersebut ia telah memiliki rasa malu kepada Allah”.
Jika dalam diri manusia tidak ada lagi rasa malu, baik yang bersifat bawaan maupun yang diusahakan, maka tidak ada lagiyang menghalangi untuk melakukan perbuatan keji dan hina. Bahkan menjadi seperti orang yang tidak memiliki keimanan sama sekali, sehingga tidak berbeda degan golongan syetan.
Seperti dikatakan Baginda Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam, “Jika tidak malu, berbuatlah sesukamu”. Ini menggambarkan betapa orang yang tidak memiliki lagi malu, pasti ai akan berbuat dan bertindak sesuka hatinya, tanpa lagi mempedulikannya.
Berdusta, berbohong, berkhianat, memberikan wala’nya (loyalitasnya) kepada musuh-musuh Allah, seraya mengatakan sebaagai kemenangan. Menerima sogok dan suap, diangap sebagai shadaqah dan jariyah. Uang-uang yang suhbhat dianggapnya sebagai yang halal. Bahkan, yang haram pun dianggapnya sebagai halal, yang dapat digunakan untuk mencapai tujuannya, terutama menggapai kenikmatan dunia.
Tak ayal lagi sekarang ini, kalangan orang-orang yang mengerti tentang ‘din’ sekalipun mereka berlomba-lomba dalam rangka untuk melaksanakan kebersamaan dalam “ta’awanu alal ismi wal udwan”, bersama-sama dalam mengusung kebathilan, dan menegakkan yang fasik, dan durhaka kepada Allah, meskipun selalu mereka berdalih dalam rangka mencapai kemenangan Islam.
Mereka sudah tidak lagi memiliki rasa malu di depan Allah Azza Wa Jalla, berbuat maksiat dan durhaka, justru mereka merasa menjalankan perintah-Nya. Inilah kehidupan orang-orang yang sudah kehilangan rasa malu. Wallahu’alam.
http://www.eramuslim.com/nasihat-ulama/milikilah-rasa-malu.htm


